10 Syarat Wajib Agar Apartemen Anda Terhindar dari Kebakaran


foto hanya ilustrasi

Bangunan apartemen berbeda dengan rumah. Satu gedung apartemen bisa dibagi menjadi banyak ruangan lain per lantai. Misalkan Anda tinggal di apartemen Semarang, jangan sampai terjadi hal-hal gawat dan merugikan seperti kebakaran yang memang berujung pada kerugian besar.
Belum lagi jika kita ingat ciri khas dari apartemen yang umumnya berdempetan itu. Satu lantai apartemen kena, nanti bisa merembet ke lantai-lantai lain. Sementara biaya untuk membeli apartemen di kota tidaklah murah. Anda wajib melakukan 10 hal ini kalau tidak ingin kebakaran terjadi.

1.                  Gunakan Peralatan Listrik Sesuai Kebutuhan
Kebakaran hampir selalu berkaitan dengan listrik. Ini kalau bicara tentang aparteman atau rumah hunian. Kalau hutan beda lagi. Seringkali orang mudah sekali menghambur-hamburkan listrik untuk aktivitas non-produktif. Mereka sampai melupakan hal yang betul-betul penting. Aktivitas yang membuat kapasitas meteran listrik terbebani sangat tidak direkomendasikan.

2.                  Hindarkan Alat Pemicu Api dari Anak-Anak
Sifat alami anak-anak itu mereka selalu penasaran dan menganggap semua adalah mainan. Khusus pemicu api, sebaiknya kenalkan saat mereka sudah agak tumbuh besar. Minimal setelah masuk SD. Sebab, nalar mereka sudah terasah. Amat berbeda ketika Anda mengenalkan alat pemicu api, seperti korek api. Bisa-bisa mereka menggunakan secara sembarangn.

3.                  Sediakan Alat Pemadam Kebakaran
Tidak perlu sebesar alat-alat yang dipakai oleh pemadam kebakaran yang asli. Di pasar, pasti ada alat pemadam yang mini. Atau kalau terlalu susah mencari, bisa dengan memasang pendeteksi asap di apartemen. Jadi, saat terindikasi banyak asap di apartemen, alat itu akan bekerja. Sebagai tuan apartemen, pastinya Anda orang pertama yang tahu, bukan? Mungkin ini bisa membantu.

4.                  Semprot Kabel dengan Aroma Buah Durian
Mungkin ini terdengar aneh. Tidak harus buah durian. Bisa dengan mengkudu, sirsak, atau biji cengkih. Bau-bau seperti inilah yang dibenci oleh tikus-tikus yang sering kelayapan. Tikus paling suka menggigiti kabel. Alhasil, banyak apartemen yang korsleting gara-gara kabel-kabelnya mengelupas. Salah satu caranya, semprot kabel-kabel yang terlihat itu pakai aroma yang dibenci tikus.

5.                  Tidak Jauh-Jauh dari Kompor Gas
Ketika Anda sudah memutuskan untuk menyalakan kompor gas, jangan tinggalkan ia jauh-jauh. Gunakan seperlunya. Atau bila Anda berencana pergi jauh, harap copot saluran tabung yang terhubung dengan kompor. Sebab, api yang keluar dari kompor gas hidup lebih sulit dikendalikan saat sudah mengenai benda-benda lain.

6.                  Punya Jalur Evakuasi yang Simpel
Pada bagian ini, sebaiknya Anda bijak saat membeli sebuah apartemen. Misalkan Anda membeli apartemen Semarang yang dominan dengan warna lokalitas, pilih desain apartemen yang tidak bikin ribet. Jadi, apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, jalur untuk keluar akan mudah. Pada tahap ini bisa Anda konsultasikan pada para developer kalau desain awal kurang sesuai.

7.                  Matikan Peralatan Listrik saat Hujan Deras
Penggunaan peralatan listrik saat hujan tengah deras-derasnya bisa memicu kebakaran. Sebab, sifat petir dan peralatan listrik itu sama. Adanya aktivitas elektronika bisa menjadi sasaran utama petir yang tengah gencar-gencarnya meledak di langit. Bila terjadi korsleting dan kebakaran, bukankah yang repot bukan Anda saja? Tapi seluruh penghuni apartemen dari lantai lain.

8.                  Hindari Penggunaan Rokok di Apartemen
Tips ini bersifat opsional. Artinya, sewaktu-waktu bisa berubah sesuai temperatur udara suatu wilayah. Kebanyakan, wilayah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota yang dilintasi garis khatulistiwa punya suhu relatif tinggi. Sedikit percikan api saja apartemen bisa memicu terjadi kebakaran. Tapi ini juga tergantung Anda. Apakah ingin selamat atau menantang bahaya.

9.                  Gunakan Lampu dengan Watt yang Rendah
Di pasaran banyak tersedia lampu yang menguras energi berlebihan saat dinyalakan. Untuk amannya, karena Anda tinggal di apartemen, maka gunakan yang watt-nya rendah. Apalagi kalau Anda menggunakan apartemen sebagai hunian sementara, kemudian ditinggal mudik. Pasti sering menyalakan lampu seharian penuh, kan? Tidak mungkin ditinggal dalam keadaan gelap gulita.

10.              Pakai Lampu Otomatis
Sekarang juga telah tersedia lampu otomatis. Bukan hanya penerang di sepanjang jalan. Anda juga bisa memasangnya di apartemen tercinta. Jadi lampu ini akan menyala pada waktu malam saja. Saat siang, mereka akan mati. Cara ini bisa menghemat beban biaya listrik bulanan, lho! Sebab, lampu yang punya daya konsumsi listrik besar juga bisa menyebabkan kebakaran tingkat akut.

Ada satu kiat lagi, tapi berhubungan dengan sosialisasi. Tips ini bisa Anda pakai atau tidak. Yakni dengan memberi tahu penghuni apartemen di lantai lain 10 tips di atas agar apartemen terhindar dari kebakaran. Sebab, tidak menutup kemungkinan, misalnya saat Anda memilih apartemen Semarang sebagai hunian, eh penghuni lain malah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kesepuluh tips di atas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revalina S. Temat tampil mengenakan jilbab

Transmart dan Carrefour menawarkan berbagaipromo menarik

Demian Perez sudah tahu kondisi mantan istrinya